Senin, 09 April 2018

bahan ajar sd kelas V semester 2 tema 6 subtema 1


BAHAN AJAR

Satuan Pendidikan       : SD N Pakintelan 3
Tema                             : 6. Cita- Citaku
Subtema                        : 1. Aku dan cita- citaku
Pertemuan Ke              : 2
Kelas / Semester           : IV / 2
Materi Pokok                : Bahasa Indonesia ( Puisi )
                                         IPA (Siklus Hidup Makhluk Hidup)
                                        SBdP (Tempo dan Notasi Lagu)
Alokasi Waktu              : 6 x 35 menit (1 hari)

Kompetensi Dasar
Indikator
IPA
3.7    Menerapkan sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera penglihatan.
4.7    Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat cahaya.

3.7.1     Menentukan sifat-sifat cahaya.
1.7.2     Menerapkan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
4.7.1  Melakukan percobaan tentang sifat-sifat cahaya.
4.7.2  Membuat laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat cahaya.
SBDP
3.4    Mengidentifikasi kerajaan Hindu dan/atau Buddha dan/ atau Islam di lingkungan daerah setempat,serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini.
4.4    Menyajikan hasil identifikasi kerajaan Hindu dan/atau Buddha dan/atau Islam di lingkungan daerah setempat, serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini.

3.4.1     Menemukan peninggalan kerajaan Islam yang berpengaruh terhadap kehidupan sekarang


4.4.1     Membuat laporan mengenai pengaruh kerajaan Islam pada kehidupan masa kini

BAHASA INDONESIA
3.7    Menggali pengetahuan baru yang terdapat pada teks nonfiksi

4.7    Menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri

3.7.1  Menyebutkan sikap pahlawan pada teks Raja Purnawarman

4.7.1 Menceritakan kembali isi teks bacaan Raja Purnawarman


Materi Ajar    :


Unsur Intrtinsik Puisi

            Sebagai sebah karya sastra, puisi dibangun oleh unsur ekstrinsik dan intrinsik. Unsur ekstrisik sebuah puisi meliputi nama pengarang, judul, jumlah baris. Adapun unsur instrinsik puisi meliputi
1.     Tema Puisi
Tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan seorang penyair melalui puisinya.
2.     Suasana Puisi
Suasana puisi adalah gambaran keadaan yang menyertai kejadian, peristiwa, atau hal lain yang diungkapkan dalam puisi. Puisi dapat digambarkan memiliki suasan sedih, mencekam, marah atau bahagia. Suasan tersebut dapat dilihat dari pemilihan kata – kata yang digunakan penyair.
3.     Amanat Puisi
Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari penyair kepada pembaca puisi tersebut.

Contoh puisi
DOA
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
(Karya: Chairil Anwar)

Unsur Intrinsik puisi diatas adalah
Tema : Ketuhanan
Suasana puisi : Dalam puisi ”Doa” gambaran perasaan penyair adalah perasaan terharu dan rindu.

Amanat puisi : berisi amanat kepada pembaca agar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan




Metamorfosis kupu-kupu
Metamorfosis pada kupu-kupu merupakan jenis metamorfosis sempurna. berikut proses daur hidup pada kupu-kupu dan penjelasannya.
 


1. Fase Telur

  

telur kupu kupu sebagai proses metamorfosis
Kupu-kupu betina sangatlah pemilih dalam hal memilih tanaman untuk dijadikan tempat menaruh telurnya. Alasan utamanya adalah mencarikan calon ulat daun kesukaannya. karena Setiap kupu-kupu mempunyai daun favorit sendiri.
Umumnya kupu-kupu meletakkan telurnya di bagian ujung/bawah daun. Telur ini mempunyai ukuran sangat kecil, dan biasanya berwarna putih. Telur kupu-kupu akan menetas dalam waktu 3 sampi 5 hari. ketika keluar mereka akan membuat lubang kecil di telur tersebut.

2. Fase Larva (Ulat)


 


Larva kupu kupu merupakan proses metamorfosis setelah ulat
Larva adalah sebutan lain dari ulat kupu-kupu. Pada tahap ini banyak orang merasa jijik melihatnya. Setiap harinya ulat akan memakan daun dan mempunyai pertumbuhan sangat cepat. Seiring pertumbuhan ukuran ulat akan melebih kulitnya sendiri. Sehinga secara alami ulat akan berganti kulit, atau biasa disebut molting.
Biasanya ulat akan berganti kulit 4 sampai 6 kali. Ketika larva sudah mencapai ukuran maksimal dia akan berhenti untuk makan. dan kemudian mencari tempat berlindung, untuk berubah menjadi kepompong.

3. Fase Kepompong (Pupa)

 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar